Search

Kekayaan Mental

Maret 20th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 10 Maret 2010

Tadi siang di kantor saya menerima email dari teman, namanya Thomas, sekarang dia bekerja sebagai Maintenance Manager di PT. Cussons. Emailnya sungguh menggugah atau bahasa umumnya membangunkan kita yang selama ini terlena dengan aktivitas rutin yang hanya menghabiskan waktu 8 jam sehari dan memenuhi aturan ketenagakerjaan yaitu 40 jam seminggu. Beliau menyampaikan betapa pentingnya kekayaan mental untuk kita punyai dan senantiasa kita harus menjauhi kemiskinan mental. Kekayaan mental menjadikan kita bisa percaya diri dalam menghadapi apapun sedangkan kemiskinan mental akan menggerogoti semangat kita yang akhirnya akan menjadikan kita seorang yang NATO (No Action Talk Only) atau OMDO, bukan Om Doni he… he… tapi Omong Doang, bahkan bahayanya lagi adalah akan menggiring kita ke krisis mental dan menjadikan banyaknya mayat-mayat yang berjalan. Sungguh menyeramkan…, thanks Mr. Thomse atas tulisannya, bagus sekali, tulisan itu diakhiri dengan satu kata yaitu ‘Take Action’, dan mengapa harus menunggu. Setelah saya selesai baca…. Eh tiba-tiba muncul reply dari Mr. Bastian yang sekarang di Kacang Dua Kelinci, mereka semua anggota HIMAGALAR alias Himpunan Alumni Tiga Pilar. Nama HIMAGALAR saya cetuskan sendiri ketika kita sering makan bareng di soto ‘BUNGA’ alias soto bu ngatimin. Kita tetap keep contact dan saling memberikan motivasi walaupun sudah tidak satu tempat kerjaan. Karena kita kerja untuk ibadah, jadi dimana saja kita kerja dan kita tetap saling silaturahmi lewat email.

Perlu diketahui HIMAGALAR, sampai saat ini belum terbentuk secara resmi, ini hanya sebutan saja. Memang saya sengaja mencetuskan HIMAGALAR, karena saya sungguh beruntung di sini punya teman-teman yang OK-OK BANGET, jadi saya pikir perlu ditampung dalam suatu wadah, untuk ketuanya nanti bisa diajukan siapa saja boleh, ini sih khayalan saya aja, boleh dong mengkhayal…, bebas kok, gratis lagi, masa mengkhayal aja dipikir. Kalau dipikir namanya mikir bukan mengkhayal. Terlalu banyak ngecapnya nih…, Ok lah kalau begitu, berikut petikan dari email yang saya sumari alias resume:

Dari om Thomas:

Hidup adalah tindakan! Live is action! Sebuah cita-cita yang indah, jika hanya menunggu tanpa bertindak nyata, maka tinggal hanya mayat cita-cita, sebuah perencanaan yang matang tanpa action! Cuma menyisakan coretan kosong, atau lebih extrim dibilang “OMDO=omong doang”.

Cerita manusia luar biasa Tony Christiansen tadi cukup jelas pelajaran yang bisa kita ambil. Bagaimanapun keadaan fisik kita , atau betapapun jeleknya keadaan di luar kita, semuanya bisa di rubah, nothing is impossible, tiada yang mustahil! Belum terlambat, selagi mau mencoba !!!

Manusia yang paling penting adalah jangan krisis mental. Dengan kekayaan mental, seseorang akan berani memulai dari apa adanya dia, dan semua perjuangannya diarahkan pada titik target besar yang punya bobot dan bernilai. Dengan cara hidup punya kaya mental seperti itu, kita pasti akan selalu menyambut hari-hari baru penuh dengan syukur, optimis, gembira dan menciptakan sukses yang luar biasa!

Di jawab oleh Mr. Bastian:

Pak Thomse & all my friend

ciri orang yg krisis mental dan kaya mental apa sehh ??

Ditanggapi oleh Om ganteng:

Teman-teman sebangsa setanah air, kita semua mengenal kata kaya, tapi hanya sedikit orang yang mengetahui apa sebenarnya ‘kaya’ itu?,

Menurut kamus Yudi, KAYA artinya ‘dibuKA‘ langsung ‘aYA‘, he…. he…., artinya ketika kita membutuhkan sesuatu dan sesuatu itu ada, itu contoh sederhana dari arti ‘kaya’

Kaya itu banyak, mau yang mana:

Kaya Harta?

Kaya Raya?

Kaya Mental?

Kaya Kodok?

Kaya Monyet?

Kaya nya sih….., iya ya…., boong ding… nggak….

 

Kaya mental adalah seperangkat sukses yang bisa kita punyai dari sisi mental, adanya di dalam jiwa, bukan di dalam perilaku. Kaya mental bisa awet banget alias tahan lama dibandingkan dengan kaya perilaku positif. Terkadang kita bisa melakukan hal positif akan tetapi mental kita tidak selalu positif seperti yang dilakukannya. Silahkan mohon dicermati, Bahwa memang yang dibilang Mr. Thomse itu betul sekali kita perlu punya pondasi kuat dalam kekayaan mental. Kekayaan mental yang saya ketahui dari beberapa artikel yang saya baca dan buku yang saya beli dan saya baca, adalah:

1. Kejujuran

2. Sikap positif

3. Dedikasi

4. Keikhlasan

5. Positif thinking

6. Positif Action

7. Positif feeling

8. Persisten

9. Passion

10. Yakin

11. Ulet dan Unik

12. Disiplin

13. Inisiatif

14. Aktif

15. Natural dan Networking

16. Syukur

17. Yes…., tidak pernah mengeluh

18. Aksi

19. Harapan

 

dan lain-lain, mohon dikoreksi dan ditambahkan atau dikurangi silahkan, karena saya memaklumi, saya hanya seorang pemulung pengetahuan dalam kehidupan nyata.

 

Ditambahin lagi sama om ganteng:

Teman-teman yang ada di kolong langit, ini ada tambahan, saya temukan primbon yudi, catatan tulisan tangan yang saya himpun tahun 2009, berikut :

 

Kekayaan mental:

Tanggung jawab, disiplin, kerja keras, percaya diri, selalu belajar, pantang putus asa, punya visi ke depan

 

Kemiskinan mental:

malas, pesimistis, prasangka buruk, menyalahkan pihak lain, iri pada keberhasilan orang lain, tidak disiplin, tidak percaya diri, tidak mau belajar, tidak mau memperbaiki diri, tidak punya visi ke depan

 

Untuk krisis mental, maaf pak bastian, saya belum memahami, kalaupun memahami saya tidak berminat menjelaskannya, karena khawatir banyak yang tertarik. Coba kita berpikir sejenak, kita bisa merasakan malas karena kita mengenal persis kata ‘malas’, ya gak?.

 

sebagai tambahan, katanya rumus sukses adalah 9 A atau sembilan A (menurut purdhi e… chandra),

1. Action

2. Action

3. Action

4. Action

5. Action

6. Action

7. Action

8. Action

9. Action

 

Beneran lho…, saya pernah ikut kok seminarnya….

 

Di jawab lagi oleh Mr. Bastian:

Thanks tambahan ilmunya Yud

Menurut Tung Desem Waringin, krisis mental terkait dengan LOOSER (tangan kanan membentuk huruf L dan ditempel didahi) ada tiga cirinya yaitu BEJ
1. Blame
    Selalu menyalahkan / mengkambing hitamkan orang lain, merasa paling pintar
2. Execusesssssssss
    Selalu banyak alasan, banyak ngelesnya, nggak mau jujur dan ogah bertanggung jawab
3. Justify
    Menghakimi orang, ni orang merasa paling bener, sombongnya minta ampun

Nah teman-teman…, sederhana kan, dengan beginilah kita bisa belajar, gak perlu jauh-jauh kemana-mana, cukup buka email dari teman, langsung deh nambah ilmu lagi. Itulah pemulung pengetahuan di dunia kehidupan.

Hasil dari perubahan: Selalu memperkaya diri dengan Kekayaan mental sehingga menjauhkan kita dari krisis mental yang sungguh-sungguh tidak saya harapkan.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Menjadi diri sendiri bukan jadi ‘bebegig’

Maret 20th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 9 Maret 2010

Setiap pagi saya menuju kantor dengan ditemani puput alias Espass Putih. Saya kasih nama puput, karena espass warna putih memang terlihat manis apalagi kalau ditaburi coklat…, enak kali ya. Kadang kalau bosan, gantian aku ditemani wawa, itu loh.. kawasaki merah ZX 130, ini kebanggaan saya yang selalu setia menunggui kamar saya ketika saya tidak ada di kamar kos. Dalam perjalanan, biasanya saya mengajak teman-teman yang mau ikut bareng atau mereka yang kebetulan ketemu di jalan, saya ajak juga. Kalau sendirian terlihat pemborosan, mobil puput bisa muat 7 orang tapi cuma saya penghuninya, ini yang membuat saya kadang berpikir betapa saya tidak tega melihat teman-teman menunggu jemputan, itupun kalau dapat duduk, kehujanan dan kepanasan atau menggunakan motor, eh.. taunya hujan atau sebab lainnya. Sehingga saya harus berusaha untuk saling membantu sesama teman, saya merasakan seperti mereka beberapa tahun lalu, jadi saya harus bisa memberikan kemudahan untuk orang lain. Kalau ada teman kan bisa minta bantu dorong kalau lagi mogok… he…he…., nggak la yaw becanda  ko…, gak pernah mogok, mobilnya ok banget.

Teman…, selama perjalanan, pemandangan indah selalu tersaji di antara arus lalu lintas yang masih terlihat lengang, tidak seperti di Jakarta. Di sini, solo kota batik, masih banyak lahan-lahan yang sangat luas terbentang di kiri dan kanan jalan dengan pemandangan hijau, padi menguning dan acara panen padi. Jadi bagi Anda yang ingin melihat aktivitas menanam padi, menyiramkan pupuk, memanen sampai menjadi beras dan gabah, kunjungilah solo. Semua aktivitas bisa kita saksikan secara gratis dan tidak perlu mencari-cari ‘kampung wisata’ seperti yang ada di bogor. Ketika pandangan saya tertuju ke luasnya sawah yang hijau, sungguh indah menyegarkan mata, ternyata tidak semulus yang saya bayangkan. Ada sesosok putih atau coklat atau warna lain, yang ternyata setelah dilihat dari dekat adalah baju, topi dipakaikan ke bamboo yang dipadati dengan jerami yang menyerupai orang yang sedang menunggui sawah, kenapa tidak pakai manekin seperti di mall-mall atau butik, mahal kali ya…. Biasanya jika dilihat dari jauh seperti orang yang sedang menunggui sawah, dengan menggunakan baju bekas, dengan warna putih atau lainnya, yang pasti tidak menggunakan batik, nanti dikira Pak Lurah. Orang sini bilang, itu adalah ‘orang-orangan’ atau ‘bebegig’, bebegig ini diikat dengan tali yang berujung di saung yang dikendalikan oleh penunggu sawah.

Kasihan banget ya…, jadi bebegig, tidak bisa kemana-mana, 24 jam di sawah terus. Ia tidak bisa menuntut, tidak bisa menolak, tidak bisa memberontak, tidak bisa menyampaikan ide, tidak bisa sms an, tidak bisa facebookan, tidak bisa chatting, apalagi ikut meeting…., lho kok… ngelantur. Ya.. memang itu kenyataan yang harus dialami oleh setiap bebegig, hanya patuh dan menunggu instruksi, ketika talinya ditarik-tarik barulah ia bergoyang-goyang sehingga burung-burung pada pergi dan tidak memakan padi yang ada di sawah itu. Tapi kalau ada orang beneran takut juga pada bebegig ketika digoyang-goyangkan, silahkan anda pikir sendiri, berarti lebih bodoh alias oon dan sungguh hina sekali lebih dari bebegig itu.

Mulai kita saat ini harus berpikir dan jangan sampai terlena dengan hal-hal yang ada. Kita harus selalu mempunyai ide, tidak menerima begitu saja dengan perlakukan yang tidak sesuai dengan hati nurani. Terbukalah untuk menyampaikan penolakan jika memang kita tidak setuju dengan apapun, baik dalam menghadapi masalah kecil ataupun rutinitas pekerjaan. Kita dianugerahi akal, pikiran dan hati untuk berkreasi bukan untuk mengkoleksi skill. Akhirnya saya mengingatkan diri sendiri untuk menjadi diri sendiri dan bukan jadi ‘bebegig’.

Hasil dari perubahan: Berusaha keras untuk menjadi diri sendiri dan bukan jadi ‘bebegig’ yang tidak bisa apa-apa, bisanya hanya diinstruksi saja.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Waktu Luang yang tidak Terbuang

Maret 20th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 8 Maret 2010

Seperti biasa tiap pagi saya sarapan bubur di palur, sambil nunggu teman kerja yang mau ikut bareng ke kantor. Gak lama muncul juga teman saya itu, terus… sambil makan bubur akhirnya terlibat percakapan (padahal kalau lagi makan gak boleh ngobrol ya…), terus teman saya itu bilang ‘Pak Yudi gak bosen makan bubur terus?’, saya bilang ‘tidak’, malah buburnya enak, kalau saya sudah cocok dengan makanan itu ya wes.. sudah… itu saja gak bosen-bosen. ‘Itu ada lauknya pak’ katanya, saya bilang ‘gak ah… saya menikmati bubur ini’, saya gak neko-neko yang penting nikmat, gak perlu aneka ragam inilah  itulah yang pasti saya menikmati bubur itu.

Tak terasa buburpun habis masuk ke perut saya, sambil nunggu teman yang lainnya, kami masih melanjutkan  dialog (ce.. ile.. gaya banget.. dialog). Dia bilang, ‘pak… artikel yang kemaren itu apa ya…, o.. iya…‘malas pangkal sukses’…, itu nulisnya dimana?, kapan, jam berapa?…., nah ini yang menarik buat saya. Saya bilang aja, saya menulis setiap ada waktu luang, biasa dilakukan begitu pulang dari kantor, sampai kos langsung buka tas nyalain laptop, langsung deh jari ini mulai beraksi. Kadang malam hari atau bisa juga pagi-pagi, begitu bangun, ambil wudhu, sholat subuh terus langsung deh, nyalain laptop, mulailah baca buku beberapa lembar, baca artikel dari para motivator sukses terus mulailah tak tik tak tik keyboard laptop bunyi karena saya langsung bersemangat menulis di pagi hari.

Memang, terkadang saya lakukan di kantor, tapi kata nenek itu berbahaya, nanti dibilang koruptor kecil-kecilan alias korupsi waktu. Makanya saya biasakan untuk melakukannya di tempat kos saja dengan menggunakan ‘Smart’ gratisan. Terima kasih smart, engkau telah memberikan banyak perubahan dan perkembangan ke arah yang lebih baik. Tapi teman-teman…., ide itu tidak bisa diduga, bisa muncul dimana saja, nah ini tantangannya. Ketika ide itu muncul di kantor saya berusaha untuk mengendalikan emosi positif saya, seperti dibilang ustadz Zainudin MZ, bahwa intinya adalah ‘pengendalian diri’. Saya berusaha untuk tidak membuat artikel dulu, saya tahan dan idenya atau kata-kata kunci saya simpan di file saya (gudang ide judul artikel). Ini memang buah kreatif saya tapi tidak boleh membahayakan diri saya sendiri. Begitu teman-teman, saya selalu menggunakan waktu luang agar bermanfaat.

Coba kita hitung waktu ya…, sehari 24 jam, kerja 8 jam plus waktu pulang pergi sekitar maksimal 2 jam, tidur 6 – 8 jam, aktivitas lain-lain yang meliputi jalan-jalan, makan, ngobrol ma teman, berkunjung ke teman, baca buku, baca Koran, baca artikel, baca majalan, nonton tv, dan lain-lain mungkin sekitar 1 – 2 jam atau bisa jadi sampai 3 atau 4 jam. Al hasil setelah dihitung ternyata waktu luang kita masih ada antara kisaran 4 – 9 jam. Kalau kita bisa menggabungkan beberapa aktivitas sekaligus, misalkan nonton tv sambil buat artikel, atau kita kurangi saja porsi ngobrol ma teman-teman kita karena obrolannya biasanya berulang itu-itu saja. Hari ini bicara gossip, besok gosip, lusa gosip maning…, piye iki, hidup kok diisi gosip terus. Jadi sebenarnya waktu luang kita masih sungguh banyak alias sekitar 9 jam. Perhitungan waktu luang sebanyak 9 jam juga sudah pernah dilakukan oleh penulis terkenal di Indonesia yaitu Bapak Frans M. Royan. Kita diberi waktu 24 jam alias 1440 menit alias 86400 detik. Setiap hari kita seperti itu, saldo kita 86400 detik, ketika menjelang jam 12 malam saldo kita mau gak mau habis walaupun waktu itu tidak kita gunakan. Kemudian kita kalau masih ada umur, kita dikasih lagi 86400 detik untuk hari berikutnya, terus berlalu lagi, lagi, dan lagi. Wah…. mengerikan ya… kalau kita tidak bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, digunakan atau tidak waktu tetap hilang dan berlalu.

Frans M. Royan menjelaskan beberapa hal prinsip waktu yang berkaitan dengan waktu luang sebagai berikut, yang mana ini merupakan titik berpikir kita tentang waktu yang sungguh mengandung hikmah yang cukup banyak, tergantung kita menggunakannya:

1.       Waktu bergerak maju. Waktu akan bergerak maju, tidak berhenti, tidak menoleh ke belakang dan meninggalkan masa lalu. Oleh karena itu waktu tidak dapat dipengaruhi oleh apa pun, kecuali siang an malam sudah tak ada lagi.

2.       Waktu tak berulang.Waktu tidak akan berulang. Situasi dan kondisi saat ini akan berbeda dengan situasi dan kondisi yang lalu. Waktu lalu hanya sebagai kenangan, penyesalan atau rasa syukur. Peluang sekarang akan tidak sama dengan peluang sebelumnya.

3.       Waktu tak dapat ditabung. Waktu tidak seperti uang yang dapat ditabung. Oleh sebab itu tak seorangpun dapat menabung waktunya, kecuali menghemat waktunya dengan bekerja efektif, dengan demikian akan mendapatkan sisa waktunya, dan ia baru bisa menabungnya dengan gerakan maju.

4.       Waktu membuat tumbuh. Waktu menyebabkan semua benda hidup tumbuh dan menua. Beberapa orang mencari nafkah dengan cara memanfaatkan waktu yang membuat tumbuh. Sementara itu waktu yang membuat tumbuh dan tua tak disukai beberapa orang.

5.       Waktu bernilai uang. Waktu bisa berarti uang. Uang hanya bisa didapat jika memberdayakan waktu, secara sadar dengan cara mengelolanya.

6.       Waktu setiap orang sama. Setiap orang memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam sehari. Hanya yang membuat berbeda, bagaimana cara orang memanfaatkan waktunya. Ada yang mengatakan pernah memiliki waktu, tetapi ada yang secara sadar bahwa waktu yang dimiliki 24 jam seharidan menetapkan skala prioritas.

7.       Bom Waktu. Waktu yang telah terjepit akan menjadi bom waktu. Bagaimana dengan seorang yang terjepit dengan dead line-nya. Ia akanmengatakan waktu itu sudah hampir meledak di tengah kegiatannya.

Demikian teman-teman 7 prinsip waktu yang harus kita pahami, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Sekarang waktunya kerja…, ayo kerja…. sana…., jangan terlalu asik baca artikel ini, kana da waktunya juga…. betul gak?, terima kasih.

Hasil dari perubahan: Menggunakan waktu luang dengan maksimal agar tidak terbuang percuma. Hidup Cuma satu kali makanya mesti sukses.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Ingat Teman, ingat-ingat…..

Maret 10th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 7 Maret 2010

Kemaren pagi ketika saya sedang kerja tiba-tiba muncul pesan dari teman di kampung sana (di bogor), namanya Yudi juga alias Yudhi Ian. Beliau sosok yang cukup antusias dalam menghadapi hidup, orangnya  ‘easy going’ aja, dan tidak pernah menganggap hidup itu sulit. Dia selalu berusaha untuk mencari solusi ketika menghadapi masalah, dan tidak pernah mengeluh walaupun saya terkadang tahu dia lagi dalam masalah. Kalau kita ketemu, taka da lagi yang kita lakukan, ketawa dan ketawa…, sungguh indah jika kita punya teman banyak seperti ini, namanya juga Yudi, Yang Unik Di Indonesia.

Berikut petikan pembicaraan  online saya dengan dia (Yudhi Sophian):

Yudhi Ian: Kumaha kabar bro…

Saya          : Baik, silahkan buka www.yudiansyah.blogdetik.com, www.yudiansyahsukmana.wordpress.com dan www.smakbo.blogdetik.com.

Yudhi Ian: ada brita apa di blog itu y bos, luar biasa pengusaha qt nih

Saya          : bukan hanya luar biasa tapi biasa di luar man

Yudhi Ian: sarua atuh saya jg, kadang-kadang anunya juga biasa di luar wkwkwkw…

Yudhi Ian: masih biliarder? (maksudnya main billiard)

Saya          : Sudah jarang man, belum menemukan lawan yang lebih baik lagi  (he… he…), duy… nanti kita sambung lagi malem ya…, ane lagi kerja man…

Yudhi Ian: Sami2 bos ane jg gi gawe, prospecting… see u y bos

Saya         : Oke deh… Sukses ya…

Yudhi Ian: ok sukses… bos…

Itulah pembicaraan singkat yang saya lakukan ketika pagi-pagi cerah mendampingi saya. Memang terkadang sulit dihindari karena laptop saya sudah disetting otomatis langsung online ketika mulai dinyalakan. Jadi, ya otomatis aja muncul pesan dari teman-teman dan selalu saya respon, kita tidak boleh mengecewakan teman. Akan tetapi saya juga berusaha tegas dan terus terang kalau jam kantor ini membahayakan saya, facebook sudah mendapat nilai negative pada saat jam kantor, karena menjadi ajang ngegosip, curhat, mengadu dan lain-lain. Saya tidak tertarik untuk itu, saya tertarik untuk menumpuk kekayaan (kekayaan mental dan fisik) yang bisa saya berikan ke siapa saja yang membutuhkan he… he…. gaya banget.. ya…. (pasti terkabul, Allah yang mengijinkan).

Dari percakapan di atas, ada beberapa hal yang selalu saya pertahankan untuk menjaga kestabilan dalam persahabatan, antara lain:

1.       Merespon dan menjawab dengan jujur apa yang ditanyakan, entah itu kabar, kerjaan, situasi, kehidupan dan lain-lain. Terkadang saya pernah bertanya ke teman yang lainnya terus jawabannya ngalor-ngidul, mungkin gengsi atau malu, kalau begini wah… nggak deh… ini pertanda gak jujur. Biasanya saya coba berusaha terus terang.

2.       Menanggapi dengan pikiran positif, dengan menanggapi secara positif kita akan memberikan semangat dan kita pun akan mendapatkan semangat balik yang berdampak mempermudah jalan hidup yang akan kita lalui. Pernah suatu ketika, saya mencoba menghubungi teman, saya berniat berbagi ingin mentraktir makan, tapi karena teman saya itu negative thinking (bisa jadi banyak orang yang telp dia cuma pinjem duit kali ya…), akhirnya permintaan saya ketemu tidak direspon, ada aja alasan, akhirnya saya traktir yang lain deh…., makanya teman-teman kita harus berpikiran positif. Ya itulah saya, kalau lagi banyak duit, gatel banget pengen ngajak orang terus…., kebiasaan ini sengaja saya tidak hilangkan, ini kebiasaan baik kok…, pokoknya saya bahagia seperti ini.

3.       Selalu memberikan semangat dengan segenap kemampuan kita. Kita tidak boleh mengecilkan hati teman kita. Kita dukung saja teman kita, teman kita sukses, kita pun ikut sukses. Ini kisah nyata, saya kan banyak teman, ada satu teman yang selalu mengecilkan hati temannya, amit-amit deh…., ternyata Law of Attraction memberikan bukti nyata. Apa yang terjadi?, banyak banget masalah datang ke dia, ini sebagai contoh, jangan ditiru ya…

4.       Bicara apa adanya dan tidak memberikan janji yang muluk-muluk, hati-hati, janji adalah hutang, karena janji adalah hutang maka dibayarnya pakai janji lagi, ini tidak boleh teman, kata nenek berbahaya.

5.       Ingat selalu akan kebaikan teman kita, di kala kita susah teman kita membantu kita. Di kala hati kita gundah, teman kita berusaha membuat kita senang. Di kala kita kesulitan, teman kita hadir dengan membantu solusinya. Pokoknya Ingat teman, ingat-ingat kebaikannya.

6.       Saya yakin anda bisa menambahkan lagi hal-hal yang bisa dilakukan untuk mempertahankan persahabatan yang baik, kecuali anda yang tidak punya teman, kasihan deh… kamu, cari teman sebanyak-banyaknya. Monggo dipikir wae…..

Akhirnya saya mengucapkan selamat kepada teman-teman di warung borong, sukses untuk tiens , sukses ya… bisnis sembako tiens nya. Kalau boleh saya investasi, berapa ya… he… he…,

Hasil dari perubahan: Ingat teman, ingat-ingat kebaikannya, dan selalu berpikiran positif dalam menghadapi teman-teman kita yang selalu memberikan semangat demi kesuksesan bersama.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Disiplin adalah Perangkat Sukses

Maret 9th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 6 Maret 2010

Setelah melalui proses perjuangan yang cukup panjang, akhirnya saya berhasil menyelesaikan target pertama saya yaitu menulis artikel tiap hari rutin selama satu bulan, masih banyak yang harus dihadapi. Tapi kesuksesan kecil ini bagi saya sungguh berarti dan menjadikan semangat tak kunjung henti untuk meneruskan secara konsisten menuangkan hal-hal positif dengan bahasa ringan dan mudah dicerna. Kebiasaan rutin ini saya mulai dari sebulan yang lalu (6 Februari 2010) berarti sekarang tepat satu bulan. Bagi para pembaca yang belum sempat membaca artikel saya yang lain silahkan buka saja www.yudiansyah.blogdetik.com atau www.yudiasyahsukmana.wordpress.com atau www.smakbo.blogdetik.com.

Masih banyak kekurangan yang saya temui di beberapa tulisan saya, entah itu gaya bahasa yang terlalu cuek, kualitas isi artikel, artikel terlalu pendek, atau mungkin artikel saya masih mengambang tidak sampai mendarat sampai tercapai solusi. Semua itu saya sampaikan penghargaan kepada teman-teman pembaca yang sudah memberikan masukan dan kritikan. Itu semua membangunkan saya, thanks my friend.

Kekurangan di sana-sini pada artikel saya menjadikan saya lebih disiplin untuk menambah wawasan agar kita selalu upgrade dengan pengetahuan dan tuntutan kehidupan. Semua itu saya lakukan dengan satu impian, bahwa saya ingin bahagia, dengan rasa bahagia semua akan terasa mudah. Memang… kita tentu semua menyadari bahwa ‘hidup itu sulit’, tapi yang mana dulu?, ketika kita tidak menerima kehidupan itu sebagai kenyataan maka hidup itu akan terasa sulit. Akan tetapi ketika kita menerima dengan sepenuh hati, dengan kebesaran jiwa, dengan pikiran yang masuk akal, kita yakin Allah akan selalu memberikan kemudahan dan akan memudahkan hidup kita. Karena saya selalu ingat bahwa setiap kita menemukan masalah, Tuhan sudah memberikannya satu paket dengan solusinya, tinggal kita berusaha untuk menemukannya, bukan untuk mencari-cari, jadi temukanlah pasti ketemu.

Teman-teman yang sedang membaca artikel ini, pagi ini saya sedang memikirkan untuk mengambil keputusan, apakah artikel-artikel saya akan saya email ke teman-teman tiap hari, seminggu sekali atau cukup sampai di sini saya tidak kirim lagi. Saya terus terang tidak bisa berbohong, seringkali saya berpikir bahwa sebenarnya kita perlu media untuk kreatif dan berbagi. Dengan anugerah perbedaan di tiap orang dan dengan kelebihannya masing-masing tentunya mempunyai cara berbeda juga dalam berbagi. Saya sangat menghargai masukan dari teman-teman untuk artikel selanjutnya karena niat saya memang ingin belajar menulis mengungkapkan hal-hal positif yang bisa langsung saya aplikasikan di dunia nyata. Saat ini sudah bukan jamannya lagi ‘Knowledge is Power’ akan tetapi ‘Applied Knowledge is Power’. Sekecil apapun pengetahuan kalau diaplikasikan itu sangat bermanfaat daripada banyak pengetahuan hanya terdiam di keranjang otak kita. Itu terkadang saya rasakan dan saya coba gali sesuai kemampuan saya, akhirnya muncullah satu artikel satu hari. Sehingga dengan keputusan yang mantap saya akan teruskan menulis ini sampai minimal satu tahun rutin, minimal satu artikel tiap hari. Akhirnya saya tidak perlu setiap hari kirim email untuk anda, silahkan bagi yang berminat membacanya dapat membuka blog saya www.yudiansyah.blogdetik.com, www.yudiansyahsukmana.wordpress.com atau www.smakbo.blogdetik.com. Anda bisa berkomentar, memberi masukan untuk saling memperbaiki. 

Akhirnya saya harus meningkatkan disiplin guna menapaki tangga kesuksesan yang dimulai dari sukses-sukses kecil. Sukses-sukses kecil senantiasa akan memberikan kita lebih percaya diri, lebih bersemangat dan lebih bergairah dalam menghadapi apapun. Akhirnya saya tutup dengan kutipan dari M.Scott Peck, MD’ dalam bukunya ‘Tumbuh Mekar di Jalan Yang Sukar’, beliau mengatakan bahwa disiplin merupakan perangkat sukses yang perlu dijiwai dengan mengacu ke empat hal, yaitu: menunda kepuasan, memikul tanggung jawab, mengabdi pada kebenaran, dan keseimbangan. Terima kasih teman-teman. Mari tingkatkan disiplin diri kita untuk membangun citra diri agar kita hidup bahagia.

Hasil dari perubahan: Meningkatkan disiplin diri dalam menjalankan keputusan yang sudah diambil.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Pelajaran Bersyukur

Maret 7th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 5 Maret 2010

Duduk termenung di depan laptop sambil berpikir, sekarang tanggal 5 Maret 2010. Siap-siap mau berangkat kerja, pas lihat jam ternyata masih ada waktu senggang sekitar 30 menit. Enaknya ngapain ya?, O… iya, mendingan nulis artikel aja ya. Pagi-pagi gini kan seger banget nih…, di sebelah kamarku ternyata ada yang lagi nyetel lagu Isabella dengan irama musik  dangdut. Jadi tambah semangat nulisnya, tapi lagi bingung nih mau nulis apa. Yang pasti saya mensyukuri apa yang saat ini saya nikmati. Eh… di sebelah ganti lagi lagunya mbah surip, ‘bangun tidur, tidur lagi’. Okelah kalo begitu, apapun yang terjadi kita harus selalu menyukuri apa yang ada. Apa yang kita lihat, suara apa yang kita dengar, suasana apa yang kita rasakan, itu merupakan dinamika kehidupan yang akan selalu ada dimanapun kita berada, selama kita berinteraksi dengan sesama. Tidak perlu menunggu sampai kapan waktu yang tepat, akan tetapi langsung saja saat ini atau sekarang atau saiki atau ayeuna kita mensyukuri apa yang telah kita punyai dan apa yang akan kita terima.

Mensyukuri bukan sekedar menerima pemberian atas karunia Tuhan, tapi lebih dari itu bagaimana apa yang kita punya bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Sudah dari sejak lama saya ingin berbagi, menikmati mengetik di laptop dan membagikan artikel tentang hal-hal positif ke para pembaca blog. Alhamdulillah saat ini sudah terlaksana dan dilakukan secara konsisten setiap hari. Semua itu saya lakukan hanya dengan satu niat yaitu ‘mensyukuri’ apa yang kita punya dan memberikan manfaat bagi orang banyak, itu saja. Bukankah setiap orang ingin hidupnya berarti, betul gak teman?. Kemaren saya ke gramedia membaca buku dengan judul ‘Bersyukur’. Saya cukup tertegun, melihat buku itu, tema bersyukur itu bisa dibahas sampai menjadi satu buku. Berarti betapa pentingnya rasa bersyukur harus kita jalani. Selain itu juga menurut pembelajar sekolah kehidupan ‘Andrias Harefa’, beliau mengatakan ‘bersyukur’ adalah pelajaran pertama dalam hal apapun, baik dalam hal pengembangan pribadi, karier, menjadikan mental juara dan lain-lain. Semuanya bermuara pada kata ‘bersyukur’. Pantas saja album d’masiv cukup laris dengan lagunya yang kalau gak salah begini ‘syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah’….

Teman-teman seantero jagad dunia blog yang setia, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bersyukur. Bersyukur pada saat mendapatkan kesenangan merupakan perkara yang sangat dan sangat mudah, ketika kita mendapatkan gaji (misalnya), mendapatkan hadiah, baru beli beri-beri baru, dan lain-lain. Walaupun terkadang masih ada saja yang belum bersyukur pada saat senang, nah ini tidak boleh dicontoh. Lain lagi ketika kita mulai mendapatkan cobaan, situasi yang tidak berpihak yang membuat kita seolah-olah hampir putus asa untuk bisa lepas dari masalah ini. Akankah kita masih bersyukur dalam kondisi tersebut?. Kita mesti ingat kembali, pelajaran pertama dalam hidup adalah bersyukur, jadi apapun kondisinya, dimanapun, dengan apapun, dengan siapapun dan pun pun yang lainnya, kita mesti bersyukur. Rasa bersyukur inilah yang akan mengantarkan kita pada kebiasaan bukan hanya bersyukur akan tetapi menjadi mahir bersyukur. Ada bedanya tidak kalau saya bilang ‘bisa bersyukur’ dengan ‘mahir bersyukur’?. 

Saya yakin, saya tidak perlu menjelaskan bagaimana caranya bersyukur dan menuliskan apa yang disyukuri, para pembaca semua sudah lebih memahami. Hanya saja saya ingin berbagi, menurut Andrias Harefa dalam ‘sekolah kehidupan’nya, dia pernah melakukan training dengan sessi ‘bersyukur’, dimana setiap peserta ditugaskan untuk menuliskan 25 hal yang disyukuri selama hidup. Ini dilakukan dalam waktu standar  4 menit (pembatasan waktu ini fleksibel, tidak perlu dipermasalahkan), ternyata hasilnya 95% dari total peserta (waktu itu total peserta sebanyak 500 orang) hanya bisa menyelesaikan dalam waktu lebih dari 5 menit dan 5% bisa menyelesaikan dalam waktu kurang dari 4 menit. Nah… teman-teman yang 5% itulah dikategorikan mahir bersyukur sedangkan yang 95% dikategorikan bisa bersyukur. Silahkan ambil Ballpoint, ambil kertas catat minimal 25 hal yang disyukuri dalam hidup, Berapa waktunya?, Dimanakah posisi kita?, bisa bersyukur atau mahir bersyukur?, selamat mencoba.

Ini hanya membantu dan bukan patokan yang kaku, intinya mari kita bersyukur.  Terima kasih.

Hasil dari perubahan: Membiasakan bersyukur dalam kondisi apapun, kapanpun, dimanapun, dengan apapun dan  dengan siapapun, sehingga mengantarkan saya ke kebiasaan menjadi mahir bersyukur.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Menjadi Lebih Baik

Maret 7th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 4 Maret 2010

Bagi Anda yang tinggal daerah Jaten atau Palur mungkin familiar dengan rumah makan Bu ’Better’. Di situ ada menu makanan ayam goreng, ayam panggang, nasi putih, lalapan, sambal terasi dan lain-lain. Pagi-pagi sudah ngomongin makanan, bikin laper nih. Saya pernah makan di tempat itu (Kalau gak salah sekitar tahun 2008 atau 2009), waktu ada audit eksternal di tempat saya kerja bersama tim Auditor External dari LT IPB yang kebetulan dosen saya sewaktu kuliah di IPB. Proses Audit berjalan lancar dan di-closing dengan cukup sukses, saya ucapkan terima kasih kepada tim yang dipimpin mister Ispur. Saya tidak akan bahas audit di sini, karena bukan tempatnya, dan tulisan saya niatkan untuk memotivasi bukan untuk hal teknis.

Hal yang menarik dari cerita di atas adalah bukan auditnya, bukan orangnya, bukan tempat makannya, dan bukan pula makanannya. Yang menarik bagi saya adalah nama tempat makan itu, yaitu Bu ‘Better’. Nama yang cukup bagus dan mengispirasi saya untuk selalu menemukan dan menggali ide tiap hari agar saya bisa memberi makna untuk menulis minimal satu artikel tiap hari. Teman-teman, Nama ‘Better’ itu sungguh indah dalam khasanah bahasa dan cukup unik di otak saya. Terus terang saya baru menemukan ini di solo, bahkan saya rasa di Indonesia kali ya. Better itu artinya lebih baik, sehingga saya tergerak untuk menjadi lebih baik setiap tahun, setiap bulan dan setiap hari. Dengan menuliskan satu artikel saya berharap saya bisa menjadi lebih baik tiap harinya. Berbahagialah kita yang bisa menjadi lebih baik setiap saat. Hanya orang-orang yang merugilah yang tidak berusaha untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Waktu terus berjalan, tanpa pandang bulu, tanpa pandang mata. Siapa pun akan dilaluinya dengan tanpa kompromi.

Mari kita berdoa agar selalu diberi kekuatan untuk selalu menjadi lebih baik dalam beberapa hal:

1.       Lebih baik dalam hal mimpi, sudah seyogyanya kita mempunyai mimpi, tujuan, misi atau visi tergantung anda menyebut istilah itu. Tentunya untuk memberikan makna hidup berarti di jalan yang akan dilalui. Perbaikilah mimpi kita agar bisa dicapai dengan kebahagiaan yang kita dambakan.

2.       Lebih baik dalam hal keyakinan, tidak baik kita menjadi orang yang ragu-ragu. Kita harus yakin akan apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan. Kita harus lebih yakin bahwa hidup akan baik-baik saja dan tidak baik untuk berburuk sangka atau ragu-ragu terhadap kehidupan, yakinkan sekali lagi hidup akan baik-baik saja.

3.       Lebih baik dalam hal yang kita lakukan. Ketika kita melakukan hal tertentu, hasilnya belum memuaskan, lakukanlah yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Jangan menyerah, malu sama semut.

4.       Lebih baik dalam hal pemikiran. Ingat sukses adalah mindset. Ketika anda ingin sukses, ketika anda membuat rencana sukses, ketika anda bergerak action untuk sukses. Ingat, dan pelihara pikiran anda, kelilingi pikiran anda dengan hal-hal positif, sayangi pikiran anda dari hal-hal yang membuang waktu. Karena sukses itu tidak kemana-mana, sukses ada dalam pikiran kita sendiri. Hal itu yang selalu saya coba pertahankan bahwa sukses dimulai dari pikiran.

5.       Teman, ternyata cukup banyak juga ya kalau kita berfokus untuk menulis hal yang lebih baik sampai saya lupa waktu untuk mengakhiri tulisan ini. Teman…, saya percaya bahwa setiap saat anda semua menjadi lebih baik, silahkan tambahkan yang menurut anda semua bisa membangun kerajaan sukses dengan selalu mengedepankan Be ‘Better’. 

Ma kasih Pak Ispur, sudah mengenalkan saya ke tempat makan Bu ‘Better’ yang manjadikan saya menjadi Be ‘Better’.

Hasil dari perubahan: Menjadi lebih baik setiap hari dengan menuliskan minimal satu artikel setiap hari.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Orang Tua adalah Guru

Maret 5th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 3 Maret 2010

Bangun pagi, Alhamdulillah ya Allah saya masih hidup, masih bisa bernafas, sebentar melakukan peregangan otot, kemudian langsung menuju kamar mandi, ambil wudhu dan sholat subuh. Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberikan kehidupan kepadaku dan berikanlah kekuatan kepadaku dalam menghadapi kehidupan ini. Itulah rutinitas setiap pagi yang saya lakukan, biasanya saya lanjutkan membaca buku beberapa lembar dan langsung menyalakan laptop, baca atau buat artikel harian. Ketika sedang asiknya bercengkerama dengan laptop, bunyi HP mengagetkan saya dan membuat saya terfokus ke arah HP, siapa gerangan pagi-pagi telpon. Setelah saya ambil, oh… ternyata Ibu telpon saya. Secepat kilat saya mempersiapkan pembicaraan, ada kabar apa ini. Saya kaget kalau ada bunyi HP, sebab saat ini HP saya memang jarang bunyi karena jarang ada yang telp, terkadang satu hari pun tidak bunyi. Memang saya tidak termasuk orang yang suka ngobrol di HP, chatting, atau sms an, entah kenapa, yang pasti waktu saya sekarang saya fokuskan ke membaca buku, artikel dan membaca peluang. Tapi bukan berarti saya tidak ikut socio media seperti facebook, linkedin, dll. Saya ikut juga hanya saya batasi untuk hal-hal positif saja, sayang kalau cuma ngerumpi, ngegosip, dan lain-lain. Saya lebih enjoy dan bahagia kalau berbagi lewat artikel seperti ini. Hidup ini cuma satu kali teman, makanya harus sukses.

Kembali ke HP….., teman-teman…., semestinya saya tidak mesti kaget dan bingung tentang apa yang akan dibicarakan, itu hanya perasaan saya aja kali ya. Dalam pembicaraan itu intinya ibu saya berpesan, ‘Yud sing sabar wae…, memang kudu kitu meureun jalanna, Ibu oge ngadoa supaya Yudi mendapatkan yang terbaik’ (Yud, sabar aja…, memang harus begitu kali jalannya, Ibu juga berdoa supaya Yudi mendapatkan yang terbaik’). Sungguh mulia orang tua kita yang selalu mendoakan agar anaknya selalu menjadi yang terbaik dan mendapatkan yang terbaik. Sadarkah kita saat ini sering mengatakan orang tua kita kuno, ortodok, tidak mengerti teknologi, atau mungkin ada yang pernah bilang ‘sekarang jaman internet bukan jaman kaya dulu lagi bu.. atau pak…..’. Hati-hati teman, sadar-sadar…., eling-eling…, nyebut-nyebut… but…but.., Orang tua perlu kita sayangi, cintai dan kita dengar dan dengarkan. Karena Ridho Allah ada pada Ridho Orang Tua.

Jadi, terkadang kita lupa, kita mencari guru untuk mencapai kesuksesan, mencari mentor untuk keberhasilan bahkan mencari teman-teman komunitas untuk membuka usaha agar kita bisa kaya, bahagia, sejahtera, tenteram, senang, senyum, tertawa, dan lain-lain. Kita lupa ternyata guru yang sebenarnya ada sejak kita lahir, dia adalah orang tua kita. Orang tua kita mengajarkan kesabaran, kejujuran, kerja keras, optimis, ikhlas. Teman-teman, galilah ilmu dari orang tua kita, pasti anda akan tercengang, betapa banyaknya hikmah-hikmah yang akan didapat. Bisa jadi mungkin ada yang berperasaan malu terbuka pada orang tua. Atau merasa gengsi, merasa malu karena sudah pendidikan S1, S2, S3 dan lain-lain sedangkan orang tua kita Cuma SD atau tidak pernah masuk SD. Padahal, hakikatnya pendidikan adalah kita belajar dari mana saja bukan hanya dari S.. S…. dan S  saja tapi bisa juga langsung dari sekolah kehidupan seperti yang pernah dikatakan oleh Andrias Harefa. Orang tua kita belajar dari sekolah kehidupan dunia nyata yang tidak terbantahkan keakuratannya dalam menemukan solusi menghadapi masalah. Akhirnya, saya menyadari, sungguh sombong sekali jika kita tidak mau belajar dari orang tua kita, orang tua adalah guru.

Hasil dari perubahan: Orang tua adalah guru saya dalam mengarungi kehidupan yang maha misteri ini.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Malas Pangkal Sukses

Maret 4th, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 2 Maret 2010

Selamat pagi teman-teman, terus terang dan terang terus saya tidak bisa berkata bohong. Saya diajarkan oleh Ibu dan Bapak saya untuk berkata jujur dalam hal apapun, termasuk dalam hal menulis artikel ini. Secara jujur dari lubuk hati yang paling dalam (lebay… bo…), saya saat ini lagi ‘malas’ menulis artikel. Akan tetapi karena saya juga dituntut untuk jujur sama diri sendiri bahwa saya telah berkomitmen (yang saya tulis dalam artikel tanggal 19 Februari 2010), berikut keputusan saya:

1.       Saya bertekad untuk selalu merasa bahagia setiap hari, dengan 365 hari setahun diusahakan menjadi hari-hari yang membahagiakan dengan cara menuangkan dalam bentuk tulisan. Saya ingin suatu saat ketika saya sudah tidak ada, saya bisa meninggalkan warisan dalam bentuk tulisan dan buku.

2.       Konsekuensi dari keputusan di atas adalah saya harus meluangkan waktu setiap hari menulis di blog yang saya punya minimal satu postingan. Ini merupakan tantangan berat untuk selalu menjaga konsistensi dan stabilitas emosi dan suasana hati agar tetap mood dalam menuangkan tulisan.

Demikianlah teman-teman, keputusan saya itu, saya harus maju terus untuk menulis, saya ‘malu sama semut’ masa berhenti begitu saja. Tidak La yaw…..

Okelah kalo begitu…., teman-teman anda tau gak, gak tau! (kata anda semua), ya jelas lah…saya belum kasih tau anda. Begini, setiap mengakhiri tulisan saya selalu menulis ‘salam syukur’.  Sebelum itu sebenarnya saya terpikir saya akan menulis ‘salam malas’, karena begitu banyaknya salam, mulai dari salam luar biasa, salam hebat, salam hebad, salam super, salam sukses mulia, salam sukses luar biasa, salam ya sama si ……. (eh ini mah bukan atuh…., jangan malu-maluin ah, serius nih). Ya, saya dulu mau nulis ‘salam malas’ karena cukup dibalik saja kan ‘salam’ jadi ‘malas’, simple banget. Apa se-simple itu?, tidak teman?, setiap kata-kata yang saya keluarkan tidak sembarangan, saya selalu memberi arti atau maknanya masing-masing. Saya memberi arti ‘malas’ adalah singkatan dari ‘Maju Langsung Sukses’. Nah begitulah teman, saya selalu berusaha untuk positif talking, positif action dan positif feeling melalui kata-kata yang saya gunakan. Walaupun secara kebenaran kolektif, kata ‘malas’ memang mempunyai konotasi negative. Kebetulan teman-teman atau keluarga saya juga mungkin tau saya itu orangnya malas.

Jadi kita sepakatin aja ya…, kita tidak boleh mengecap kata ‘malas’ menjadi sesuatu yang negatif, bagi yang tidak setuju silahkan saja gak apa-apa. Maju terus, malu sama semut, saya akan terus menjelaskan betapa pentingnya rasa malas dan akan membawa kita ke puncak kesuksesan. Saya pernah menemukan dan merampungkan buku berjudul ‘Malas Pangkal Sukses’ dikarang oleh Zulkifli. Buku tersebut memberikan dukungan kepada saya, ternyata rasa malas itu wajar-wajar saja tinggal kita harus bisa menangkap peluang apa dari munculnya rasa malas tersebut. Saya pernah mengikuti seminar dari Purdi E Chandra (Primagama Group), saya tanya ke dia, ‘Pak purdi, kiat sukses Bapak apa ya?’, dia bilang, ‘Kalau kamu ingin sukses, kamu harus menjadi orang malas’. Semua orang di ruang seminar The Sunan Hotel, Solo, tertawa, ada yang bengong ada juga yang bertanya-tanya. Kok Bisa?. Ya, dia bilang. Terus dia menjelaskan bahwa ‘Kunci keberhasilah saya adalah sifat malas’.  Sifat malas yang membuat dia DO dari 4 fakultas dan 2 universitas di UGM dan IKIP Yogya, akan tetapi sampai tahun 2008 dia bisa memiliki lebih dari 26 perusahaan (data 2010 saya belum dapat). Dengan sifat malas itu, beliau selalu mendelegasikan kerjaannya ke orang kepercayaannya sehingga dia bisa dengan leluasa mendirikan lagi perusahaan-perusahaan baru di tempat lain.

Begitulah teman-teman, rasa malas yang bisa mengantarkan ke puncak kesuksesan. Saya juga malas berpikir lama-lama, malas membuat artikel yang diedit-edit lagi sampai sempurna, malas membuat blog yang harus nunggu sampai sempurna, saya malas untuk itu, jadi saya langsung saja menulis mengalir seperti ini. Akhirnya tak terasa tiap hari sudah terbiasa menulis ide-ide hal positif, itulah ‘malas pangkal sukses’. Katanya malas, kok nulis terus…, saya jadi malas mengakhiri tulisan ini.

Masih ada beberapa fakta keberhasilan yang disebabkan oleh rasa malas, berikut bisa anda cermati:

1.       Malas belajar, menjadikan banyak bermunculan bimbingan belajar yang bisa membantu para siswa-siswi untuk menyelesaikan persoalan mata pelajaran sehingga mereka bisa mencapai prestasi yang didambakannya.

2.       Malas mencuci baju, celana, tas, sepatu dan lain-lain memunculkan boomingnya laundry kiloan yang sudah tidak asing lagi.

3.       Malas pulang pergi sendiri, memunculkan jasa antar jemput, travel dan jasa transportasi lainnya.

4.       Malas mengerjakan sendiri, menjadikan peluang kerja dan pemilik usaha bisa leluasa berpikir yang lebih strategis terhadap kemajuan usaha.

5.       Malas beli kontan, memberikan rejeki bagi para pengusaha leasing, koperasi, bank dan lembaga keuangan lainnya untuk mengucurkan pinjaman.

6.       Malas kerja, ini gak boleh, tapi boleh juga sih, ini sebagai motivasi untuk memberikan pekerjaan kepada orang lain alias menjadi pengusaha.

7.       Malas malasan, ini yang pasti tidak boleh, mau jadi apa kita kalau malas-malasan.

8.       Silahkan tambahkan lagi, kalau anda memang orang malas pasti tahu.

Teman, saya malas mengakhiri, gimana nih… sudah kepanjangan, ok sampai di sini. Terima kasih

Hasil dari perubahan: Sifat malas bukan hal negative tapi merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dicermati ada peluang apa dibalik rasa malas itu.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

Malu sama Semut

Maret 3rd, 2010 by smakbo and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Solo, 1 Maret 2010

Mulai hari Senin, 1 Maret 2010, kami satu tim kerja pindah ruangan karena ruangan yang akan ditempati tim sales kami untuk area Jawa Tengah. Persiapan pindahan ruangan dilakukan sudah dari tanggal 24 Februari (Hari Rabu). Mengingat barang-barang di ruangan kami cukup banyak sehingga tidak bisa diselesaikan satu hari, akhirnya kita nambah waktu sampai hari kamis dan jumat. Barang-barang yang dipindahkan meliputi berkas konsep sistem, materi training, berkas GKM, buku-buku referensi seputar manufacturing, operation, production, QA, psikologi, marketing, sales dan lain-lain. Disamping itu, rak-rak buku, lemari dan meja pun tidak lepas dari perhatian, karena kami bekerja harus pake meja (masa lesehan, emang makan pecel  lele…). Kami bekerja cukup kompak dimulai dari packing buku-buku referensi, materi training, berkas GKM dimasukkan ke dalam dus yang kami dapat dari tim Warehouse. Acara persiapan packing itu dipelopori oleh Hartono, dibantu oleh Orga, kemudian ikut pula Andrie, Kiki, Naseer, Dekfur, Angie dan tim Ce Es. Kami melakukannya dengan cukup kompak, saya bilang ‘kompak’, tahu gak teman-teman kompak itu apa?. Saya menyebut kompak adalah komitmen tanpa paksaan. Nah… akhirnya saya dapat juga istilah baru yang bisa menyemangati agar proses kepindahan ruangan bisa berjalan lancar.

Seperti biasanya, sebagian besar anda bisa jadi mengetahui apa yang akan ditemukan pada saat beres-beres atau bersih-bersih di ruangan. Yang pasti kita akan menemukan debu, ya gak?, kertas bekas, barang-barang yang bukan pada tempatnya, uang (yang ini tidak saya temukan, kalo ketemu pasti bisa buat makan-makan) dan semut. Nah semut ini yang menarik perhatian saya. Ketika melakukan packing saya menemukan semut ada dimana-mana, di kertas, di dalam buku, di dalam lemari dan ada juga di dinding. Jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak sampai bertelur. Kemudian saya perhatikan dengan seksama, ternyata semut itu kompak, tiap ketemu salaman, entah apa yang diucapkan saya juga tak mengerti, yang pasti dia tidak bisa sms an, chatting, facebookan, jadi mereka sangat menghargai pertemuan dan selalu salaman. Oh… Tuhan, betapa mulianya ciptaan Tuhan ini, ketemu aja tegur sapa, saling salaman dan berbaris rapi menuju tempat tujuan yang telah mereka tentukan. Sejenak saya berpikir, ternyata Tuhan menciptakan sesuatu dengan suatu sebab, yaitu agar kita mencontoh pada semut yang begitu teratur, tidak saling menyerobot satu sama lain untuk mencapai tujuannya, malah mereka saling memberi tahu melalui tegur sapanya.

Wajar saja bila para musisi menjadikan semut sebagai contoh dan dimasukkan ke dalam lagunya. Obie Mesakh misalnya dengan lagu ‘malu aku malu pada semut merah yang berbaris didinding…….’, terus Ahmad Albar Rocker Indonesia dengan lagunya ‘semut hitam…. Semut hitam… maju jalan’. Bahkan lagu anak-anak ‘semut-semut kecil, saya mau tanya, apakah kamu di dalam tanah tidak takut…..’. Kalau ‘kesemutan’ itu lain lagi teman, itu istilah aja bukan lagu.

Jadi kita harus malu sama semut kalau tidak bisa teratur, tidak bisa disiplin dan mudah menyerah apa lagi sampai putus asa. Akhirnya setelah melalui proses pemikiran, saya menangkap beberapa hal positif yang perlu ditiru dari semut dan ini penting untuk saya sharing ke para pembaca blog saya. Berikut point-point positif dari ‘makhluk kecil’ ciptaan Tuhan yang sungguh menginspirasi:

1.       Semut selalu tegur sapa dan salaman jika bertemu temannya, saya tidak mengetahui pasti, apa karena mereka tidak bisa chatting, sms an sehingga mereka begitu menghargai pertemuan.

2.       Semut mempunyai karakter pekerja keras dan tidak mudah menyerah, coba aja semut halangi sama anda, biasanya dia akan mencari jalan keluar sampai dia lolos dari halangan itu.

3.       Semut selalu aktif berjalan atau berlari (sulit dibedakan) dalam beraktifitas tanpa mengenal lelah, maju terus pantang mundur. Terus terang saya belum pernah melihat semut diam, istirahat ngos-ngosan atau berjalan mundur. Jadi mereka maju terus.

4.       Semut tidak pernah putus asa. Apa pernah kita melihat semut melamun, merenung, meratapi, menyesal, dan lain-lain. Tidak pernah saya melihat saking putus asanya semut itu, terus dia membentur-benturkan kepalanya, bunuh diri atau menjatuhkan dari ketinggian tertentu.

5.       Semut cukup Kompak, Komitmen tanpa Paksaan, lucu kali ya kalau kita lihat semut maksa yang lainnya, ayo… mut.. kita angkat makanan ini rame-rame….., tidak begitu, mereka akan langsung mengerti dan memposisikan diri dimana dia harus berkonstribusi.

6.       Wah teman-teman, saya jadi pengen tertawa sendiri, membayangkan hal-hal positif semut, silahkan tambahkan saja ya, kalau masih ada.

Sekian dulu ya, nanti disambung lagi dengan artikel yang selalu menyemangati kita semua. Terus Pacu Semangatmu.

Hasil dari perubahan: Belajar dari semut yang selalu menginspirasi hal-hal positif.

 

Salam Syukur

Written by Yudiansyah

Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »

« Previous Entries