Kekayaan Mental
Maret 20th, 2010 by smakbo and tagged batik, bogor, ciampea, Cirebon, haccp, halal, ipb, iso 22000, jawa barat, jogja, kekayaan, kosher, mental, pekalongan, pembelajar, smakbo, solo, sukses, tigapilar, tin, tps, yudiansyahSolo, 10 Maret 2010
Tadi siang di kantor saya menerima email dari teman, namanya Thomas, sekarang dia bekerja sebagai Maintenance Manager di PT. Cussons. Emailnya sungguh menggugah atau bahasa umumnya membangunkan kita yang selama ini terlena dengan aktivitas rutin yang hanya menghabiskan waktu 8 jam sehari dan memenuhi aturan ketenagakerjaan yaitu 40 jam seminggu. Beliau menyampaikan betapa pentingnya kekayaan mental untuk kita punyai dan senantiasa kita harus menjauhi kemiskinan mental. Kekayaan mental menjadikan kita bisa percaya diri dalam menghadapi apapun sedangkan kemiskinan mental akan menggerogoti semangat kita yang akhirnya akan menjadikan kita seorang yang NATO (No Action Talk Only) atau OMDO, bukan Om Doni he… he… tapi Omong Doang, bahkan bahayanya lagi adalah akan menggiring kita ke krisis mental dan menjadikan banyaknya mayat-mayat yang berjalan. Sungguh menyeramkan…, thanks Mr. Thomse atas tulisannya, bagus sekali, tulisan itu diakhiri dengan satu kata yaitu ‘Take Action’, dan mengapa harus menunggu. Setelah saya selesai baca…. Eh tiba-tiba muncul reply dari Mr. Bastian yang sekarang di Kacang Dua Kelinci, mereka semua anggota HIMAGALAR alias Himpunan Alumni Tiga Pilar. Nama HIMAGALAR saya cetuskan sendiri ketika kita sering makan bareng di soto ‘BUNGA’ alias soto bu ngatimin. Kita tetap keep contact dan saling memberikan motivasi walaupun sudah tidak satu tempat kerjaan. Karena kita kerja untuk ibadah, jadi dimana saja kita kerja dan kita tetap saling silaturahmi lewat email.
Perlu diketahui HIMAGALAR, sampai saat ini belum terbentuk secara resmi, ini hanya sebutan saja. Memang saya sengaja mencetuskan HIMAGALAR, karena saya sungguh beruntung di sini punya teman-teman yang OK-OK BANGET, jadi saya pikir perlu ditampung dalam suatu wadah, untuk ketuanya nanti bisa diajukan siapa saja boleh, ini sih khayalan saya aja, boleh dong mengkhayal…, bebas kok, gratis lagi, masa mengkhayal aja dipikir. Kalau dipikir namanya mikir bukan mengkhayal. Terlalu banyak ngecapnya nih…, Ok lah kalau begitu, berikut petikan dari email yang saya sumari alias resume:
Dari om Thomas:
Hidup adalah tindakan! Live is action! Sebuah cita-cita yang indah, jika hanya menunggu tanpa bertindak nyata, maka tinggal hanya mayat cita-cita, sebuah perencanaan yang matang tanpa action! Cuma menyisakan coretan kosong, atau lebih extrim dibilang “OMDO=omong doang”.
Cerita manusia luar biasa Tony Christiansen tadi cukup jelas pelajaran yang bisa kita ambil. Bagaimanapun keadaan fisik kita , atau betapapun jeleknya keadaan di luar kita, semuanya bisa di rubah, nothing is impossible, tiada yang mustahil! Belum terlambat, selagi mau mencoba !!!
Manusia yang paling penting adalah jangan krisis mental. Dengan kekayaan mental, seseorang akan berani memulai dari apa adanya dia, dan semua perjuangannya diarahkan pada titik target besar yang punya bobot dan bernilai. Dengan cara hidup punya kaya mental seperti itu, kita pasti akan selalu menyambut hari-hari baru penuh dengan syukur, optimis, gembira dan menciptakan sukses yang luar biasa!
Di jawab oleh Mr. Bastian:
Pak Thomse & all my friend
ciri orang yg krisis mental dan kaya mental apa sehh ??
Ditanggapi oleh Om ganteng:
Teman-teman sebangsa setanah air, kita semua mengenal kata kaya, tapi hanya sedikit orang yang mengetahui apa sebenarnya ‘kaya’ itu?,
Menurut kamus Yudi, KAYA artinya ‘dibuKA‘ langsung ‘aYA‘, he…. he…., artinya ketika kita membutuhkan sesuatu dan sesuatu itu ada, itu contoh sederhana dari arti ‘kaya’
Kaya itu banyak, mau yang mana:
Kaya Harta?
Kaya Raya?
Kaya Mental?
Kaya Kodok?
Kaya Monyet?
Kaya nya sih….., iya ya…., boong ding… nggak….
Kaya mental adalah seperangkat sukses yang bisa kita punyai dari sisi mental, adanya di dalam jiwa, bukan di dalam perilaku. Kaya mental bisa awet banget alias tahan lama dibandingkan dengan kaya perilaku positif. Terkadang kita bisa melakukan hal positif akan tetapi mental kita tidak selalu positif seperti yang dilakukannya. Silahkan mohon dicermati, Bahwa memang yang dibilang Mr. Thomse itu betul sekali kita perlu punya pondasi kuat dalam kekayaan mental. Kekayaan mental yang saya ketahui dari beberapa artikel yang saya baca dan buku yang saya beli dan saya baca, adalah:
1. Kejujuran
2. Sikap positif
3. Dedikasi
4. Keikhlasan
5. Positif thinking
6. Positif Action
7. Positif feeling
8. Persisten
9. Passion
10. Yakin
11. Ulet dan Unik
12. Disiplin
13. Inisiatif
14. Aktif
15. Natural dan Networking
16. Syukur
17. Yes…., tidak pernah mengeluh
18. Aksi
19. Harapan
dan lain-lain, mohon dikoreksi dan ditambahkan atau dikurangi silahkan, karena saya memaklumi, saya hanya seorang pemulung pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Ditambahin lagi sama om ganteng:
Teman-teman yang ada di kolong langit, ini ada tambahan, saya temukan primbon yudi, catatan tulisan tangan yang saya himpun tahun 2009, berikut :
Kekayaan mental:
Tanggung jawab, disiplin, kerja keras, percaya diri, selalu belajar, pantang putus asa, punya visi ke depan
Kemiskinan mental:
malas, pesimistis, prasangka buruk, menyalahkan pihak lain, iri pada keberhasilan orang lain, tidak disiplin, tidak percaya diri, tidak mau belajar, tidak mau memperbaiki diri, tidak punya visi ke depan
Untuk krisis mental, maaf pak bastian, saya belum memahami, kalaupun memahami saya tidak berminat menjelaskannya, karena khawatir banyak yang tertarik. Coba kita berpikir sejenak, kita bisa merasakan malas karena kita mengenal persis kata ‘malas’, ya gak?.
sebagai tambahan, katanya rumus sukses adalah 9 A atau sembilan A (menurut purdhi e… chandra),
1. Action
2. Action
3. Action
4. Action
5. Action
6. Action
7. Action
8. Action
9. Action
Beneran lho…, saya pernah ikut kok seminarnya….
Di jawab lagi oleh Mr. Bastian:
Thanks tambahan ilmunya Yud
Menurut Tung Desem Waringin, krisis mental terkait dengan LOOSER (tangan kanan membentuk huruf L dan ditempel didahi) ada tiga cirinya yaitu BEJ
1. Blame
Selalu menyalahkan / mengkambing hitamkan orang lain, merasa paling pintar
2. Execusesssssssss
Selalu banyak alasan, banyak ngelesnya, nggak mau jujur dan ogah bertanggung jawab
3. Justify
Menghakimi orang, ni orang merasa paling bener, sombongnya minta ampun
Nah teman-teman…, sederhana kan, dengan beginilah kita bisa belajar, gak perlu jauh-jauh kemana-mana, cukup buka email dari teman, langsung deh nambah ilmu lagi. Itulah pemulung pengetahuan di dunia kehidupan.
Hasil dari perubahan: Selalu memperkaya diri dengan Kekayaan mental sehingga menjauhkan kita dari krisis mental yang sungguh-sungguh tidak saya harapkan.
Salam Syukur
Written by Yudiansyah
Posted in Bahagia Tiap Hari | No Comments »